Jenis Material Kaca Ini Bisa “Menyembuhkan” Diri Ketika Pecah

Ludwik Leibler

CiriCara Tekno – Kaca yang sudah pecah umumnya tidak akan bisa dipakai lagi. Tapi lain halnya dengan material kaca baru penemuan Ludwik Leibler. Fisikawan asal Prancis ini berhasil menemukan polimer jenis baru yang bisa “menyembuhkan” diri ketika pecah. Jenis material baru ini bernama Vitrimers.

Seperti yang dilansir laman Huffington Post, Jumat (3/7/2015), vitrimers mampu kembali kebentuk semula saat pecah. Itu artinya, bahan kaca ini akan kembali mulus dengan sendirinya saat pecah karena terjatuh atau terbentur.

Leibler menemukan bahan kaca anti pecah tersebut melalui metode “supramolekul”. Dimana Leibler menggabungkan dua bahan yang berbeda menjadi satu, bahan bermolekul tidak kaku dan bahan bermolekul tidak permanen. Dari penggabungan ini didapatlah vitrimers yang memiliki keseimbangan yang dinamis.

Vitrimers diklaim bisa bersifat kokoh namun tetap memiliki sifat fleksibel dalam waktu yang bersamaan. Hal ini memungkinkan vitrimers bisa berubah dari padat ke lentur serta dapat memperbaiki diri ketika suhu berubah.

Karena sifatnya yang fleksibel tersebut tidak menutup kemungkinan vitrimers akan dipakai sebagai bahan kaca di layar smartphone. Dengan vitrimers, akan muncul smartphone maupun tablet anti pecah. Namun, hal ini masih belum bisa dipastikan.

Leibler mengatakan bahwa vistrimers baru akan diterapkan di moda transportasi, mobil dan pesawat. Sementara untuk penerapan vitrimers di smartphone atau tablet, fisikawan peraih penghargaan European Patent Office’s 2015 Inventor Award ini masih belum menyinggungnya.

Penemuan bahan baru seperti vitrimers ini sebenarnya bukan yang pertama. Sebelumnya Apple juga berhasil menerapkan bahan kaca tahan gores, bahkan dengan benda tajam sekalipun. Apple pun sudah mematenkan teknologi tersebut pada Juli 2014 lalu.

Jika benar vitrimers bakal dipakai di layar smartphone, tentu hal ini akan sangat bermanfaat. Para pengguna smartphone tidak perlu khawatir lagi jika smartphone terjatuh atau terbentur benda keras.

About the author /


Post your comments