UEA Keluarkan Fatwa Haram Tinggal di Mars

Planet Mars

CiriCara Tekno – Penemuan objek seperti air di planet Mars oleh Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memunculkan kemungkinan planet tersebut dapat dihuni manusia. Baru-baru ini organisasi non profit bernama Mars One pun berencana untuk mengirimkan sejumlah astronot ke planet tersebut pada tahun 2025 mendatang.

Namun sayang, rencana Mars One tersebut mendapat penolakan dari General Authority of Islamic Affairs and Endowment (GAIAE), sebuah lembaga otoritas pembuat fatwa di Uni Emirat Arab (UEA). Pasalnya GAIAE telah mengeluarkan fatwa haram bagi siapa saja yang ingin menginjakkan kakinya di planet Mars.

Fatwa yang dikeluarkan GAIAE bukan tanpa alasan, pasalnya misi terbang ke Mars dianggap sebagai misi “bunuh diri”. Menurut GAIAE, upaya manusia untuk tinggal di planet Mars merupakan ide yang berbahaya. Nyawa astronot yang terbang ke planet Merah tersebut pun dinilai akan terancam.

Meskipun demikian, Mars One menegaskan bahwa misi ke Mars itu bukan misi bunuh diri. Mereka menjelaskan bahwa misi ke Mars itu sama seperti kegiatan eksplorasi biasa yang ada di bumi, dimana hal tersebut pasti mempunyai risiko. Tapi Mars One mengklaim bahwa misi ke Mars sudah terjamin keamanannya.

Pasalnya sebelum mengirimkan astronot, Mars One akan terlebih dulu menerbangkan kendaraan tak berawak (robot) ke Mars untuk mengecek lokasi mana yang layak huni. “Material alami seperti air dan oksigen akan dibuat, diatur, dan dipersiapkan oleh robot tersebut,” jelas Mars One, seperti yang dilansir Daily Mail, Senin (5/10/2015).

Menurut Mars One, robot-robot yang dikirim ke Mars tersebut akan menyelesaikan tugasnya dalam waktu dua tahun. Baru lah setelahnya para astronot bisa mulai terbang menuju ke planet Mars di lokasi yang sudah ditentukan. Dengan rencana ini, Mars One yakin nyawa para astronot akan aman saat tiba di Mars.

Terkait dengan pernyataan dari GAIAE, Mars One pun mengaku memaklumi. Menurut Mars One, mungkin GAIAE melarang misi ke Mars karena melihat saat ini infrastruktur di sana yang masih belum siap. Namun Mars One meminta semua pihak agar tidak terburu-buru mengeluarkan larangan pergi ke Mars, pasalnya mereka tengah mempersiapkan infrastruktur agar aman.

Antusias untuk pergi ke Mars ternyata cukup tinggi. Sekitar lebih dari 200 ribu orang termasuk 500 orang dari Arab Saudi telah mendaftar ke Mars One untuk ambil bagian dalam misi ini. Namun Mars One hanya memilih 1.058 orang saja untuk terlibat dalam misi ke Mars ini.

Apa pendapat Anda terkait fatwa haram tinggal di Mars tersebut?

About the author /


Related Articles

Post your comments