Lagi! Kominfo Blokir 9 Situs Radikal

CiriCara Tekno – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kembali mengeluarkan perintah untuk melakukan pemblokiran terhadap situs-situs yang diduga menyebarkan konten bermuatan negatif dan radikal. Langkah ini dilakukan menindaklanjuti laporan yang telah diterima dari masyarakat.

Setelah sebelumnya ada 24 situs radikal yang diblokir, kali ini Kominfo kembali akan memblokir 9 situs yang diduga menyebarkan konten radikal. Rekomendasi pemblokiran ini juga sudah diterima dari Tim Pengelolaan Konten Negatif Bidang Sara dan Radikalisme.

Kepala Pusat Informasi dan Humas, Kominfo, Ismail Cawidu mengatakan, perintah pemblokiran 9 situs radikal tersebut sudah disampaikan kepada seluruh penyedia Internet Service Provider (ISP) di Indonesia. Para penyedia jasa internet ini diminta untuk melakukan pemblokiran sejak Rabu (27/1/2016), kemarin.

“Seluruhnya (9 situs yang diblokir-red) menyebarkan faham radikalisme dan kebencian yang melanggar pasal 28 ayat 2 UU ITE,” kata Ismail.

Lebih lanjut, Ismail juga menjelaskan bahwa pelanggaran atas pasal 28 tersebut diancam dengan hukuman penjara 6 tahun dan atau denda Rp 1 miliar.

Berikut daftar 9 situs radikal yang akan diblokir Kominfo, seperti dikutip dari Merdeka:

1. manjanik.com
2. eramuslim.com
3. mikaikanie.wordpress.com
4. revolusiislambersamaazzammedia.blogspot.co.id
5. langitmuslim.blogspot.co.id
6. kajiantauhid.blogspot.co.id
7. pendukungdaulahislam.blogspot.co.id
8. muslimori1.blogspot.co.
9. masih dalam proses pembahasan Kominfo

Namun demikian, Ismail mengakui bahwa situs-situs radikal tersebut belum semuanya bisa diblokir. Pasalnya masing-masing ISP membutuhkan waktu untuk bisa memblokir semua situs radikal tersebut. Ia hanya bisa mengimbau agar pihak ISP segera melakukan pemblokiran.

“Memang kan butuh waktu untuk seluruh ISP memblokir situs-situs tersebut tapi tidak lama dan harus segera mungkin,” tegas Ismal.

Semenjak kejadian bom Thamrin beberapa waktu lalu, Kominfo terus melakukan pemblokiran terhadap situs yang memuat konten radikal. Jumlah situs yang diblokir ini diprediksi akan terus meningkat seiring banyaknya laporan dari masyarakat.

About the author /


Related Articles

Post your comments